Sabtu, 25 Mei 2019

Mengenal Pembelajaran SMK Informatika Utama dan PeTIK untuk Manusia Cerdas dan Berkualitas



PERIKSAINFORMASI.NET – Sekolah adalah Lembaga pembelajaran untuk para  siswa/murid belajar dibawah pengawasan guru. Sebagian besar negara sistem Pendidikan Formal atau non formal yang umumnya wajib murid menuntut ilmu. Setiap tahun semakin biaya makin naik yang membuat terbatasnya masyarakat angka putus sekolah makin naik. Nah saya kemarin berkesampatan datang ke SMK Utama sekolah yang yang membuat saya mengetahui sejarah terbentuk dan perjalanan sekolah ini.

SMK Informatika Utama dibangun oleh PT PLN dengan P3B dan Lembaga Amil Amal (LAZ) PT PLN P3B serta Yasmin dan Yayasan Lazuardi Hayati mendirikan SMK Informatika Utama berdirinya sekolah tahun 2006. Dan SMP Utama yang ada 2003 yang masa pembelajaran 3 tahun. sekolahpun melakukan survey langsung kepada pelajar yang kurang mampu melajutkan tingkat yang lebih tinggi.
Sekarang sekolah tidak perlu mikirin biaya lagi, karena semua siswa terpilih mendapat bantuan dari LAZ PT PLN P3B yang kemudian juga didukung seluruh karyawan PT PLN di Indonesia. Setiap bulannya pemasukan semua karyawan langsung dipotong 2.5 % untuk zakat mal yang disalurkan untuk membiayai siswa kurang mampu di SMK Informasi Utama.

Pontensi zakat memang sangat luar biasa, sebab zakat dikumpulkan dan disalurkan dengan baik maka bisa bermanfaat bagi banyak orang dan menjadikan kebaikan juga bagi didunia maupun di akhirat. Karena sekolah ini diperuntukan bagi golongan yang kurang mampu, maka dari kaum dhuafa yang boleh mendaftarkan diri.



Pak Suherman, Kepala Sekolah SMK menjelaskan Sekolah SMK Utama ini banyak cerita tentang murid-murid yang dulunya mengalami kesulitan dalam hal ekonomi dan tersandung masalah keluarga yang harus memilih Sekolah atau keluarga? Sebab dia harus mengobati ibunya yang sakit. Hal ini sekolahpun membantu untuk terus melanjutkan mimpi murid itu bisa membahagiakan orang tua mereka.

Pak Suherman juga menjelaskan SMK Utama ini dulu gak sebesar sekarang. Karna dulu hanya bisa menempati satu kelas saja untuk pembelajaran muridnya. Seiring perkembangan menjadi dua kelas. Alhamdulilah tahun ini sekolah bisa menerima siswa/siswinya sebanyak 62 orang yang diterima didua kelas.

Visi dari SMK Informatika ini adalah menghasilkan  sumber daya manusia unggul, berbudaya, cerdas, berbangsa, berkarakter dan berbudi pekerti. Misinya menyediakan Pendidikan gratis berkualitas bagi mustahiq. Selain itu menjadikan siswa memiliki akhlak mulia, saleh, cerdas, produktif, siap kerja dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan.

SMK Informatika Utama ini sudah meluluskan 11 angkatan alumninya. Banyak yang berhasil berkerja diperusahaan ternama didalam ataupun diluar negeri. Bahkan ada yang kerja sambal kuliah atau kerja dahulu baru menjalankan kuliah. Mereka bisa mengangkat perekonomian keluarganya.

Dibalik kesuksesan lulusan para siswa siswi SMK Informatika yaitu didukung fasilitas sekolah yang sangat lengkap. Kelas yang dilengkapi dengan perangkat computer yang lengkap. Siswa sangat mudahnya bisa menjadi programmer website hingga perbaiki perangkat komputer. Selain computer, SMK Informatika juga mempunyai 30 Tablet dan laboratorium server untuk sarana belajar.



Dompet Sampah
Saya melihat kata “Dompet Sampah” terkagum-kagum dan penasaran dibalik nama Dompet sampah itu apa. Kreatifitas dan berinovasilah Dompet Sampah itu ada dari pihak sekolah. Dompet sampah adalah aplikasi yang sudah tersedia di playstore yang bisa di unduh secara gratis dan mudah digunakan untuk masyarakat memiliki sampah untuk bisa di jual di Dompet Sampah.

Menurut Mahmudin penangung jawab Dompet Sampah, masyarakat bisa mengubah sampahnya menjadi uang dengan menghubungi dompet sampah. Pentugas  akan menjemput sampah tersebut, dan menilainya. Uang yang dihasilkan dari sampah bisa ditabung atau dibelanjkan. SMK Informatika memiliki koperasi yang menjual bahan bahan kebutuhan pokok.

Sistem dari dompet sampah ini sama halnya gojek, yang custumer yang menunggu dan armada yang menjemput. Operasionalnya dompet sampah belum luas, hanya menjangkau masyarakat Cinere yang tak jauh dari Lokasi SMK Informatika Utama. Kemudahan bertransaksi dapat uang dan bisa ditukarkan jadi pulsa, token listrik dan saldo belanja.


PeTIK
Setelah mengujungiI Dan selesainya aktifitas acara di SMK Informatika Utama dan jalan-jalan memperkenalkan kelas  didalam sekolahnya. Aktifitaspun istirahatkan untuk shalat ashar seusai sholat diajak mengunjungi pesantren yang juga dikelola oleh YBM PLN. Lokasinya tidak jauh dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Pesantren ini dekat sekali dengan masjid Kubah emas dan masuk ke memusatkan Pendidikan dibidang teknologi informatika.

PeTIK merupakan singkatan dari Pesantren Teknologi Informatika dan Komunikasi. Sekolah Non Formal yang berdiri sejak 22 November 2010. Awal mulanya bertempat di sebuah Ruko di Kawasan Cinere. PeTIK Sekolah Tinggi diperuntukan bagi golongan tidak mampu. Mereka adalah lulusan SMK yang tidak mampu untuk melanjutkan kuliah karena ketiadaan biaya. Mahasiswa ini berasal dari Sabang sampe Marauke.

Petik Sekolah Non-Formal yang sistem pembelajaran 12 bulan alias 1 tahun, hanya yang menerima mahasiswa pria dengan jumlah sekitar 50 orang. Mereka menimba ilmu Pendidikan mendapatkan tempat tinggal dan uang saku selama satu tahun penuh. Dalam satu ruangan tidur, maksimal berisi sepuluh orang. Ada lima ranjang tingkat dengan deretan lemari yang terbagi untuk masing-masing mahasiswa. Di belakang tersedia ruangan untuk mencuci pakaian sekaligus tempat penjemuran yang cukup luas berserta dapu umum didepannya.

Ada dua pogram yang diajarkan di PeTIK:
1.       Pogram Profesi Teknik Informatika dengan mata kuliah teknologi informasi dan komunikasi, kewirausahaan dan Bahasa inggris.
2.       Program kepesantrenan. Intern mencakup tahsin, akhlak, fiqih ibadah dan muammalah, Bahasa arab, Sirah Nabawiyah, Tahfidz Quran, Sholat Malam, dialog tokoh dan leadership training.

Di sela sesi mahasiwa Dua orang mahasiswa PeTIK yang berbeda daerah menceritakan pengalamannnya hingga belajar di tempat ini. Satu orang berasal dari wilayah perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. Sementara satu orang lainnya berasa dari Papua Barat. Mereka tadinya tidak bisa kuliah karena tidak memiliki biaya. Kemudian setelah berhasil masuk PeTIK, mereka sangat antusias belajar untuk membahagiahkan orang tuanya.









EmoticonEmoticon